Senin, 15 Desember 2014

DEMONSTRASI


siang itu, matahari nampak bernada sendu
banyak di antara rimbunan mendung menyapa
turut berbaris dalam irama
dan hujan yang turun jalanan, segera
bersama mereka yang kelelahan
aksi berharap reaksi
untuk rakyat.. semangat itu kembali..
Pengendara berhenti berpacu
Entah kemudian berputar balik, atau
Turut menjadi saksi keganasan
Para aparat dan tembakannya
Para massa dan lemparan batunya
Entahlah..
Mungkin juga mereka hanya penasaran
Kabut, gas air mata
Menyeka riuh pengecaman
Berlarian...
Mata berkaca-kaca, seperti anak kecil yang menangis
Ingus-ingus melulu dari hidung
Tanpa selembar daun yang mengusap
Apalagi secabang pohon untuk tongkat
Hanya teriakan yang di kukuhkan
Walau tak ada jawab yang terpahat
Untuk senyum beradu tangkas
Dalam birokrasi
Menyelam pada samudra
Beserta harapan tenggelam sudah
18-19 November 2014

Viecha_Smile

Minggu, 14 Desember 2014

HAMPA


Hampa
Sepi yang meronta
Inginkan cahaya dalam nyata
Namun kosong meraba dada
Hampa yang dirasa
Sakit yang menusuk, mencambuk
Butakan nurani menjadi peluru
Menembus hati-hati yang kering
Angin panas, mendahaga, cinta.
Sang insan melara
Cinta yang dipuja tak nyata
Gelap malam, gelap hati
Setiap hembusan hampa tak berarti
Bunyikan suara emas
Merayu cinta yang jauh tak bertepi
Yang semakin di kejar
Jauhlah ia dari diri
Cukup-cukupkan harap
Sekian mengembara dalam kecewa
Selebih mimpi biarlah pergi
Hampa hati, coba mengerti

#Viecha_Smile

Selasa, 02 Desember 2014

TRAGEDI


Aku melihat hidup di hujung waktu
Dan malam-malam yang segan mengusir dingin
Rentetan lampu menyibak kegelapan
Riuh rendah teriak binatang malam
Segera hilang bersama sayap kelelawar
Berhenti pada detak jantung terdalam

Pada sekejap mata
Batin tersadar
Tubuh ini lumpuh dalam satu singgung jalanan
Menyatu dengan aspal dan membentur semut-semut berkeliaran
Puluhan tangan mengukuhkan langkah
Menegarkan sebidang hati yang rapuh
Para sahabat
Perwira yang tangguh

Aku dan kau adalah kita
Semacam bunga dengan tangkainya
Semacam singa dengan raungannya
Merasa senasib dalam sakit
Merasa bahagia dalam bersama
Karna aku dan kau adalah kita

Serapuh ranting
Sekuning dahan
Layu tubuh tersiram riang kebahagiaan
Yang bersama datang membawa tawa
Secangkir susu hadir mengusir dingin
Dan tragedi
Tinggal kenangan

Viecha_Smile

Senin, 01 Desember 2014

SENJA


Hujan melambat di hujung senja
Gurau guntur dan kilat terpaksa padam
Pada kesekian detik riuh yang terdengar
Terbuka mata awan membias warna kejinggaan
Luluh sudah rasa takut pada kehampaan
Oleh hadir warna mega berhamparan
Sedang cinta...
Melawan emosi sanggup menyelam
Pada pasang purnama yang terbayang
Di malam-malam yang hendak datang mengganti senja
Jengkal dan langkah yang melukis cerita duka
Biar terhapus sapuan angin
Melambai seperti daun kelapa berjari-jari
Terbayang pada sepucuk curat kecil teruntuk sorga
Harapan pada malaikat penjaga langit
Berdoa kepada pencipta hati
Senja menghantar pada kesatuan bintang menabur cinta
Yang membuat mata menikmati indahnya
Tanpa lelah tanpa kedipan mata


Viecha_Smile

Pilu palu lupa pula

pilu palu lupa pula
pilu dipalu dilupakan pula
lupaku pada palu yang pilu pula
palu memilu melupakan pula
pula ku memalu kepiluan yang terlupa

pilu palu lupa pula

kepiluan memalu saat lupa pula
palunya lupa pilunya lupa pula
lupa pilu lupa palu pula
pula pula dipalu
pula pula pilu
pula pula lupa

pilu palu lupa pula











Viecha_Smile