Ada senandung dalam lembayung jingga
Merasuk pada pori-pori dan membasahi berlapis tanah yang kering oleh musim
Meski tampak indah dan segar, namun tidak semua hidup mampu menikmatinya
Ada secabang luka yang membuat segala warna menjadi seolah tiada
Pada secarik kertas, aku tuliskan sejarah yang tak kan bisa ku lupakan
Tentang daun yang gugur di masa persemian
Terlepas dengan segala kehidupan yang selama ini ia agungkan
Meninggalkan semua mimpi yang ia citakan
Saat senja mulai mempersilahkan malam datang
Dan bintang menggantikan tahta siang
Beribu tetesan getah membasahi bumi berlaku biasa seperti air menuju muaranya
Terus dan terus menetes
Pertanda ada sebuah kehidupan yang sedang menanggung lara
Benar saja
Dengan gontai daun terlepas dari tangkainya
Merasakan angin yang berhembus dan menyentuh dingin tanah yang sebentar lagi menjadi temannya
Terlepas dari takdir merupakan kebinasaan
Namun apalah daya, ketika tak ada kata yang dapat mengembalikannya
Biar saja daun menyadari
Hidup dan kehidupan
Memang meninggalkan dan ditinggalkan
Meski ia kokoh memegang ranting
Kuasa Tuhan tak sebanding